Maverick Vinales: Versi Minim Kecelakaan dari Marc Marquez?

Maverick Vinales: Versi Minim Kecelakaan dari Marc Marquez?

Satu nama yang mulai mencuat di balap Internasional MotoGP musim lalu adalah Maverick Vinales. Pemuda yang mulai bikin dunia melotot saat masih berseragam Suzuki Ecstar ini dalam dua seri balapan MotoGP musim 2017 sukses jadi pemuncak klasemen pembalap, bersama ‘Pakdhe Valentino Rossi’.

Lewat manuver-manuver dahsyatnya semenjak menang dengan selisih beberapa detik saat memenangi GP Silverstone Inggris musim 2016 semacam percik api yang siap dibubuhi dengan gas elpiji untuk bisa meledak bersama Movistar Yamaha tahun ini.

Dua seri balapan di Qatar dan Argentina di awal musim 2017 juga jadi pembuktian dari pemuda kelahiran Figueres, Spanyol ini. Diiringi dengan rekan setimnya, Valentino Rossi. Lantas muncul juga pertanyaan, kemana duet Honda Pedrosa dan Marquez serta Por Fuera, Jorge Lorenzo?

Setidaknya dua seri balap awal ketiganya masih belum menunjukkan tajinya. Agak terlalu dini untuk memberikan jugde, namun sudah ada dua spekulasi kemungkinan mengenai karir Vinales yang diperkirakan bakalan menggelegar musim ini. Either: Pedrosa, Marquez dan Lorenzo memang sudah melempem, atau Vinales yang terlalu superior.

Tapi terlepas dari itu semua, mungkin ada baiknya jika ditilik secara rekor balapan Vinales. Vinales sejak turun di kelas 125cc sudah rajin merebut podium dan memenangkan balapan, bahkan sejak kecil sudah jadi rival berat dari Marq Marquez semenjak tahun 2002.

Karena kebetulan sama-sama dari Negeri Matador, rivalitas yang cukup sengit bisa dirasakan. Namun sebagai sesama rider muda, terkadang Marquez dan Vinales sering diperbandingkan. Sekalipun banyak yang menganggap bahwa dua komparasi Vinales dan Marquez ini tidak ‘apple to apple’.

Bagi kebanyakan pengamat Vinales adalah versi yang berbeda dengan Marquez. Karena keduanya sama-sama muda, namun style balapannya terasa amat jauh berbeda. Terlihat sekali bagaimana gaya berkendara Vinales yang jauh lebih tenang, stylish, dan smooth.

Namun Marquez justru kebalikannya, Marc bergaya spartan, sporadis, agresif bahkan seringkali agak sembrono. Setengah-nya bisa dibilang bahwa Marc Marquez adalah penerus Valentino Rossi saat masih sangat muda dulunya, hampir sama.

Namun di lain sisi, Vinales juga tak jarang diperbandingkan dengan seniornya sesama Espana yakni Jorge Lorenzo. Keduanya sama-sama memiliki gaya yang smooth dan lebih halus. Keduanya juga sama-sama konsisten, setidaknya hingga 2017 Vinales yang masih muda belum terlihat ceroboh untuk urusan seri panjang.

Hanya saja, Vinales bisa dibilang lebih sukses mengamankan citranya dibandingkan dengan Jorge Lorenzo. Tempramen Vinales di beberapa seri dan sesi wawancara tampak lebih enjoy dan minim sekali dengan kondisi emosi yang naik turun.

source :
https://ztkn4b42j3l4pq.storage.googleapis.com/index_89.html
https://oiml7ys3pp2crv.storage.googleapis.com/index_90.html
https://8kelwjhos4xpi8.storage.googleapis.com/index_91.html
https://43sg0vusj1z1bx.storage.googleapis.com/index_92.html
https://oe6xit5of2np5h.storage.googleapis.com/index_93.html
https://ft6veqvtfrkmm7.storage.googleapis.com/index_94.html
https://kg0b96gtw82pag.storage.googleapis.com/index_95.html
https://ciaftaks7pj2pc.storage.googleapis.com/index_96.html
https://6t3j59svff1k1s.storage.googleapis.com/index_97.html
https://28lf0qitwk3bjz.storage.googleapis.com/index_98.html