Motor Mogok, Busi Jadi Tersangka Pertama

 Motor Mogok, Busi Jadi Tersangka Pertama

Mayoritas dari kita kebanyakan menjadikan busi sebagai yang paling pertama ‘disalahkan’ ketika motor mogok. Padahal belum tentu perangkat tersebut yang mengalami kerusakan.

Ketika motor mogok di jalan dan mencoba otak atik sendiri, tidak sedikit yang menanyakan. “Apa businya sudah di cek?”

Terkadang kita sendiri, ketika mesin motor sulit dinyalakan setelah parkir, pasti busi menjadi perangkat pertama yang di cek. Meskipun bisa jadi masalah utama penyebab motor macet bukan benda kecil yang dilapisi keramik tersebut.

Untuk motor yang tidak memiliki indikator penyimpan bahan bakar minyak (BBM) atau alatnya sudah rusak, biasanya kita langsung menuju tutup tangki dan membukanya. Kemudian digoyang-goyang, berharap BBM yang di dalam tangki masih ada.

Setelah memastikan, ketika BBM masih. Biasanya pikiran akan tergeser tidak jadi melakukan pengecekan pada busi, tapi fokus mencari bahan bakar yang ada di sekitar. Mengingat tempat terdekat yang bisa di jangkau dengan sedikit mendorong motor.

Namun ketika bahan bakar di dalam tangki terlihat atau terdengar percikannya masih banyak setelah digoyang tadi. Pasti yang menjadi pusat perhatian selanjutnya adalah busi.

Lagi-lagi kenapa busi motor yang harus mendapat perhatian?

Secara pabrikan, semua unit sepeda motor baru juga dilengkapi dengan tools pembuka busi. Kemudian ditambah dengan obeng yang bisa dibolak balik ujungnya, antara minus dan plus. Selain itu obeng ini juga berfungsi untuk memutar tools pembuka busi tadi.

Dengan pemberian perlengkapan tersebut semakin memperkuat jika mesin sepeda motor mogok atau mati yang harus di cek terlebih dulu adalah busi.

Fakta lainnya. Untuk motor yang sudah berusia ‘cukup lama’ (2 tahun lebih) biasanya di dalam joknya bersamaan dengan beberapa tools tadi juga menyimpan busi cadangan.

Sebenarnya seberapa lama masa pakai busi untuk motor standard bawaan pabrikan? Berikut salah satu referensi yang bisa dijadikan untuk menjawab hal tersebut.

“Bisa dibersihkan bukan berarti bisa dipakai selamanya. Tetap ada batas dan waktu untuk mengganti. Ideal usia busi itu antara 8.000 sampai 10.000 km. Bila busi sudah lewat jarak lebih dari 10.000 km, fungsinya akan berkurang. Bila disepelekan bisa membuat motor boros bahan bakar karena pembakaran yang tidak sempurna, bahkan lama-lama tenaga motor akan terasa lemah,” kata Ade Rohman, Asisten Manajer Technical Training PT Daya Adicipta Mustika (DAM) Jawa Barat, dikutip dari otomania.com pada Kamis 06/04.

Jadi untuk motor dengan mesin standard bawaan pabrikan sangat wajar jika masalah busi menjadi perhatian pertama. Sebab dalam satu tahun rata-rata motor sudah digunakan untuk menempuh jarak sekitar 10.000 km.

source :
https://qb7gu7rteze9s9.storage.googleapis.com/index_109.html
https://rmmpf62blow2p3.storage.googleapis.com/index_1.html
https://yw4hq1a9ll5vap.storage.googleapis.com/index_2.html
https://b9la7f52nmukvl.storage.googleapis.com/index_3.html
https://47rjhrs7nrmwbg.storage.googleapis.com/index_4.html
https://lmmogciuhok5ul.storage.googleapis.com/index_5.html
https://anr10820uh57n1.storage.googleapis.com/index_6.html
https://7skg8qxyyer5v5.storage.googleapis.com/index_7.html
https://9hpvn4xznrxagh.storage.googleapis.com/index_8.html
https://bkvjhjr5esq35y.storage.googleapis.com/index_9.html